Lima Sektor Dongkrak Ekonomi Kabupaten Tangerang, Industri Masih Dominan Meski Mulai Tergerus
Dominasi tersebut tidak lepas dari banyaknya kawasan industri besar yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang, mulai dari industri manufaktur, pengolahan, hingga sektor penunjang lainnya. Aktivitas industri ini juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor lain seperti perdagangan, transportasi, hingga jasa.
Kontribusi lima sektor utama tersebut mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 mencapai 5,67 persen. Angka ini menunjukkan tren positif karena mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya produksi barang dan jasa yang dihasilkan di daerah, baik dari sektor industri maupun sektor pendukung lainnya. Aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin dinamis juga turut memperkuat kinerja sektor perdagangan dan jasa.
Namun demikian, di balik dominasi sektor industri, mulai muncul indikasi pergeseran struktur ekonomi. Sejumlah pelaku industri diketahui mulai memindahkan basis produksinya ke wilayah lain yang dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan ketersediaan lahan.
Kondisi ini menyebabkan kontribusi sektor industri perlahan mulai mengalami penurunan, meskipun hingga saat ini masih tetap menjadi sektor utama.
“Memang masih nomor satu, tapi kalau dilihat tren ke depan, industri mulai terkikis sedikit demi sedikit karena ada relokasi ke daerah lain,” jelasnya.
Seiring dengan kondisi tersebut, sektor konstruksi dan perdagangan mulai menunjukkan peningkatan peran yang signifikan. Pesatnya pembangunan perumahan, kawasan komersial, serta infrastruktur menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor konstruksi.
Sementara itu, sektor perdagangan mengalami penguatan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pertumbuhan pusat perbelanjaan, serta ekspansi distribusi barang dan jasa di wilayah Tangerang yang semakin berkembang sebagai kawasan penyangga ibu kota.
Selain itu, sektor real estate juga ikut terdorong oleh tingginya permintaan hunian, terutama dari masyarakat urban dan pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan sekitarnya.
Adapun sektor pertanian, meski kontribusinya tidak sebesar sektor lain, tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan penyerapan tenaga kerja di wilayah pedesaan.
Dengan tren tersebut, struktur ekonomi Kabupaten Tangerang diperkirakan akan mengalami transformasi dalam beberapa tahun ke depan. Peran industri diprediksi akan berangsur menurun, sementara sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa akan semakin mendominasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran karakter ekonomi dari berbasis industri menuju ekonomi yang lebih beragam dan berbasis layanan, seiring perkembangan wilayah dan dinamika investasi di Kabupaten Tangerang.
Editor : Mahesa Apriandi