get app
inews
Aa Text
Read Next : Didampingi Kuasa Hukum PAHAM, Ketua Gema MA Banten Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polda Banten

Dugaan Kebocoran Data Leasing Menimpa CEO Banten Creatif Festival

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14 WIB
header img
Muhamad Irfan, CEO Banten Creatif Festival (BCF) 2026 yang mendatangi kantor leasing Mutiara Multi Finance menjadi korban kebocoran data, foto: ist

SERANG, iNewsBanten - Muhamad Irfan, CEO Banten Creatif Festival (BCF) 2026 yang sempat menghadirkan grup band For Revenge serta Tepe Marapthon dalam event musik di Banten, mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan data pribadi yang menyeret namanya ke dalam tunggakan pembiayaan di perusahaan leasing Mutiara Multi Finance, Kota Serang.

Kasus tersebut terungkap setelah Irfan melakukan pengecekan riwayat kredit melalui perbankan dan data OJK. Ia mengaku terkejut saat mengetahui namanya tercatat memiliki tunggakan pembiayaan di perusahaan leasing, padahal dirinya merasa tidak pernah mengajukan kredit maupun pinjaman di perusahaan tersebut.

Atas temuan itu, Irfan kemudian mendatangi langsung kantor Mutiara Multi Finance yang berada di Jalan KH Sochari, Sumur Pecung, Kota Serang, untuk meminta klarifikasi terkait munculnya data pembiayaan atas namanya.

Menurut Irfan, dugaan penggunaan data pribadinya diduga bukan baru terjadi satu kali. Dari hasil penelusuran sementara, transaksi pembiayaan tersebut disebut sudah berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

“Setelah dicek ternyata transaksi ini sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan bukan hanya satu kali penggunaan data pribadi saya. Ini jelas sangat merugikan nama baik saya,” ujar Irfan kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait sistem verifikasi identitas yang digunakan perusahaan pembiayaan. Sebab, pengajuan kredit diduga dapat lolos tanpa adanya konfirmasi langsung kepada pemilik identitas asli.

Irfan mempertanyakan bagaimana sebuah pengajuan pembiayaan bisa disetujui apabila sistem keamanan dan validasi identitas dijalankan sesuai prosedur.

“Saya tidak pernah merasa mengajukan pembiayaan di sana. Tapi nama saya muncul memiliki tunggakan. Artinya ada yang bermasalah dalam sistem verifikasi mereka,” katanya.

Sebagai CEO Banten Creatif Festival, Irfan mengaku khawatir persoalan tersebut berdampak pada reputasi profesional dan aktivitas bisnis yang selama ini dijalankannya di dunia industri kreatif dan event musik di Banten.

Menurutnya, riwayat kredit sangat penting dalam menunjang kerja sama bisnis, pendanaan kegiatan, hingga relasi profesional dengan berbagai pihak.

Kasus ini juga memunculkan dugaan lemahnya pengawasan internal perusahaan leasing terhadap validasi identitas nasabah. Apalagi jika benar pengajuan pembiayaan dapat dilakukan hanya dengan menggunakan data pribadi tanpa kehadiran pemilik identitas asli.

Kuasa hukum Irfan dari Raden Elang Mulyana Law Office menyebut pihaknya tengah mengkaji kemungkinan adanya unsur pidana maupun perdata dalam perkara tersebut.

“Kami sedang mempertimbangkan langkah hukum, termasuk laporan pidana dan gugatan perbuatan melawan hukum atau PMH terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujar kuasa hukum Irfan.

Pihak kuasa hukum juga menyinggung Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) Nomor 27 Tahun 2022 serta sejumlah ketentuan dalam UU ITE terkait penggunaan, pengungkapan, hingga dugaan pemalsuan data pribadi tanpa persetujuan pemilik data.

Dalam UU PDP, penggunaan data pribadi tanpa hak dapat dikenai ancaman pidana penjara serta denda miliaran rupiah apabila terbukti dilakukan secara melawan hukum.

Sementara itu, pihak Mutiara Multi Finance melalui Kepala Cabang bernama Babay disebut mengakui adanya dugaan kebocoran data dari sistem verifikasi internal perusahaan.

Bahkan saat dikonfirmasi ke kantor pusat, perusahaan disebut tengah melakukan pengecekan ulang terkait data pembiayaan atas nama Irfan serta dugaan kesalahan pada sistem perusahaan.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan data pribadi masyarakat di sektor pembiayaan. Publik pun mempertanyakan seberapa aman data identitas nasabah tersimpan di perusahaan leasing dan bagaimana mekanisme pengawasan agar identitas seseorang tidak disalahgunakan untuk pengajuan kredit ilegal.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut