get app
inews
Aa Text
Read Next : Nelayan Tersingkir, Pemerintah Diam: Reklamasi Bojonegara- Serang Rampas Ruang Hidup Warga Pesisir

Laut Makin Sempit, Nelayan Bojonegara Kepung Kawasan PT Gandasari Energy  

Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:48 WIB
header img
Laut Makin Sempit, Nelayan Bojonegara Kepung Kawasan PT Gandasari Energy (Foto:iNewsBanten)

 

"Kami tidak menolak pembangunan dan investasi. Tetapi jangan sampai pembangunan dilakukan dengan mengorbankan nelayan yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut ini. Kami ingin kejelasan dan keadilan," tegas Mahdum di hadapan peserta aksi.

 

Sejumlah nelayan juga mengaku hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai bentuk kompensasi yang pernah dijanjikan kepada masyarakat terdampak.

 

Mereka menilai komunikasi antara perusahaan dan warga pesisir masih minim sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

 

Selain persoalan kompensasi, massa aksi mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan audit serta peninjauan lapangan terhadap aktivitas reklamasi yang berlangsung di kawasan pesisir Bojonegara.

 

Para nelayan meminta adanya keterbukaan mengenai dokumen perizinan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga hasil pengawasan dari instansi berwenang terhadap aktivitas reklamasi yang dilakukan perusahaan.

 

"Kami ingin semua dibuka secara transparan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika ruang hidupnya berubah. Jika memang seluruh perizinan lengkap dan tidak ada dampak, tunjukkan kepada masyarakat," ujar salah seorang peserta aksi.

 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serang, Sabihis, yang turut hadir dalam aksi tersebut meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog terbuka.

 

Menurutnya, persoalan yang berkembang di Bojonegara tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu konflik sosial antara masyarakat pesisir dengan pihak perusahaan.

 

"Kami meminta pemerintah daerah segera memfasilitasi pertemuan antara nelayan, perusahaan, dan instansi terkait agar semua persoalan dapat dibahas secara terbuka. Jangan sampai konflik ini semakin membesar karena tidak adanya ruang komunikasi," kata Sabihis.

 

Kekecewaan massa semakin terlihat ketika hingga aksi berakhir tidak ada perwakilan manajemen PT Gandasari Energy yang menemui peserta demonstrasi secara langsung.

 

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut