5 Hari Jurnalis Bagus Hilang, Ayah Berharap Prabowo Hadir Pantau Pencarian
PANDEGLANG, iNewsBanten.id – Memasuki hari kelima operasi SAR, keluarga Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN Antara yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), masih menanti kabar keberadaan Bagus.
Ayah Bagus, Mansyur Suryana, berharap Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk melihat perkembangan proses pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Mansyur mengatakan, sejauh ini dirinya belum melihat perkembangan signifikan dalam pencarian sejak hari pertama hingga memasuki hari kelima.
“Kalau sejauh ini yang saya lihat belum ada signifikan dari hari H-1 sampai hari kelima,” kata Mansyur, Sabtu (12/9/2026).
Bagus bersama empat jurnalis dan tiga kru kapal lainnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026).
Mansyur berharap Prabowo, Wakil Presiden, maupun menteri terkait dapat datang langsung ke lokasi pencarian. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya untuk melihat kondisi operasi SAR, tetapi juga memberikan semangat kepada keluarga yang masih menunggu kepastian.
“Saya berharap Bapak Presiden atau Wakil Presiden, atau menteri datang ke sini melihat perkembangan pencarian. Di sini ada keluarga-keluarga dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang membutuhkan semangat,” ujarnya.
Mansyur mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menginstruksikan pengerahan personel untuk membantu operasi pencarian.
Menurutnya, pencarian melibatkan unsur dari Banten dan Lampung serta diperluas dengan pengerahan kapal.
“Saya mengharapkan Bapak Presiden Pak Prabowo Subianto yang luar biasa menginstruksikan mengerahkan banyak petugas, personel Provinsi Banten maupun di Lampung. Bahkan sekarang ini diperluas hingga 14 kapal, katanya petugas Basarnas,” ucapnya.
Meski mengapresiasi langkah pemerintah, Mansyur berharap kehadiran langsung Presiden atau pejabat terkait dapat mendorong adanya terobosan dalam pencarian.
Ia berharap pemerintah dapat berdialog langsung dengan Basarnas untuk mengetahui kendala yang dihadapi tim SAR selama melakukan pencarian di lapangan.
“Langkah-langkah Bapak Presiden ini sudah bagus, tinggal kita apresiasi. Yang saya harapkan barangkali kalau kehadiran Bapak Presiden, Wakil Presiden maupun menteri-menteri terkait ada inovasi-inovasi yang sifatnya positif,” tegasnya.
Mansyur mengaku kehadiran pemerintah juga akan memberikan dukungan moral bagi keluarga yang masih menunggu kepulangan para korban.
“Kalau ada mungkin saya juga terasa terhibur. Saya itu sebagai rakyat yang jadi korban. Anak saya menjadi wartawan ingin mengabdikan diri untuk negara, untuk bangsa, untuk kesejahteraan juga, dengan risiko apa pun,” ungkapnya.
Mansyur juga menilai profesi wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai persoalan masyarakat kepada pemerintah.
Menurutnya, pemberitaan media dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur seperti sekolah rusak dan jembatan yang membutuhkan perhatian.
“Orientasi wartawan itu pekerjaan yang mulia dan banyak beramal luar biasa. Selain pemerintah juga membutuhkan media, dan media juga sekarang sudah banyak,” pungkasnya.
Editor: Mahesa Apriandi