Miris 100 Siswa MDTA di Jawilan Kabupaten Serang Belajar Masih di Gubuk, Siswa Kepanasan dan Kehujan
SERANG, iNewsBanten - Keterbatasan fasilitas pendidikan masih dirasakan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Roudhatul Mardhiah di Kampung Ganggeng, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Selama sekitar tiga tahun, kegiatan belajar mengajar puluhan anak di madrasah tersebut berlangsung tanpa gedung sekolah permanen.
Sekitar 100 siswa dari warga Desa Parakan mengikuti pembelajaran agama di madrasah tersebut. Namun, kegiatan belajar kerap terkendala kondisi tempat yang sederhana. Para siswa harus belajar di sebuah Gubug berdinding anyaman bambu atau bahkan memanfaatkan teras rumah warga.
Gubug yang digunakan sebagai tempat belajar juga belum memberikan kenyamanan bagi siswa maupun guru. Dindingnya terbuat dari geribig anyaman bambu, sementara bagian lantai menggunakan pelupuh atau keping bambu sebagai alas. Saat cuaca panas, anak-anak harus belajar dalam kondisi gerah. Ketika hujan turun, kegiatan belajar pun turut terganggu.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para orang tua siswa. Erna Komala, salah seorang wali murid, mengaku keberadaan MDTA sangat membantu orang tua dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.
Editor: Mahesa Apriandi