Asap Kebakaran Hutan Terpantau di Atmosfer Banten, Bagaimana Kondisi Udara yang Dihirup Warga?
Namun, hasil pengamatan satelit belum cukup untuk memastikan apakah asap telah turun hingga ke permukaan dan memengaruhi udara yang dihirup masyarakat.
Untuk memastikan dampaknya, diperlukan analisis lebih mendalam terhadap stabilitas atmosfer, arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian, serta data pengukuran kualitas udara secara langsung.
“Meskipun indikasi sebaran asap telah teramati di atmosfer wilayah Banten, belum dapat dipastikan kapan dan sejauh mana dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan,” ujar Ana.
Waspadai Potensi Penumpukan Polutan pada Malam hingga Pagi
Di tengah terdeteksinya sebaran asap tersebut, BMKG turut mengingatkan adanya potensi penumpukan polutan udara, khususnya pada malam hingga pagi hari.
Kondisi ini dapat terjadi ketika atmosfer berada dalam keadaan lebih stabil dan kecepatan angin relatif lemah. Akibatnya, polutan yang berada di dekat permukaan berpotensi tertahan dan terakumulasi.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan telah mencemari udara di permukaan wilayah Banten.
Polusi Udara Banten Tak Hanya Dipengaruhi Karhutla
BMKG juga mengingatkan bahwa kualitas udara di Banten dipengaruhi berbagai sumber emisi, bukan hanya asap kebakaran hutan dan lahan dari luar daerah.
Editor: Mahesa Apriandi