TANGERANG, iNewsBanten - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni STISNU Nusantara (SINUSA) sukses menggelar Forum Dialektika Sinusa (FODIS) bertempat di Bengkel Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Nahdlatul Ulama (STISNU), Rabu (26/2) 2025.
Agenda kali ini mengangkat tema 'Puisi Tak Menarik, Apa Guna Belajar Puisi?' yang menghadirkan Narima Beryl Ivana sebagai pemantik diskusi. Selain itu, penampilan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi oleh anggota SINUSA dan undangan yang hadir.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum SINUSA, Muhammad Rizky Athaullah bahwa ia sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang sudah menyelenggarakan FODIS ini.
"Alhamdulillah tujuan kami dalam acara ini (FODIS) tidak lain dan tidak bukan ingin mengepakan sayap baik dalam kampus maupun luar kampus," ucap Rizky.
Rizky juga menambahkan kedepannya SINUSA akan mengadakan Konser Teater dan Seminar Sastra & Kebangsaan. Menurutnya, pagelaran kesenian harus terus ditumbuhkan sebagai upaya penyadaran dan refleksi di tengah kondisi politik, sosial, dan budaya di Indonesia.
"Dari kegiatan kesenian tentu kita bisa saling berupaya menciptakan wadah generasi penerus bangsa dalam hal nilai apresiasi, saya merasa akibat dari kondisi politik (Indonesia) yang carut-marut berdampak pada kurangnya ruang apresiasi dan kesenian," tambah Rizky ketika diwawancarai pasca acara.
Senada dengan Rizky, Asrori Miftahul Khoiri selaku ketua pelaksana menuturkan dalam surat terbukanya bahwa kita harus upayakan penyadaran antara puisi dan kehidupan memiliki kedekatan yang pasti.
"Acara (FODIS) ini memang kita jadikan sebagai instrumen untuk menyebarluaskan rasa-rasa kesenian, apalagi kita mahasiswa tentu harus berkesenian," ujar Asrori.
Narima Beryl Ivana juga berpendapat turunnya minat berpuisi di kalangan anak muda pada era ini salah satu faktornya ialah kebiasaan anak muda masih kurang membaca, apalagi bacaan-bacaan buku sastra. Padahal seni berpuisi dapat mengubah hal-hal yang gersang menjadi indah.
"Ini bisa dibuktikan dengan paparan indeks membaca di Indonesia masih bertahan di level bawah. Justru Kita orang-orang yang mampu dan tertarik dengan puisi adalah orang-orang tepilih," kata Beryl juga pernah meraih Juara 1 Baca Puisi Piala HB Jassin tahun 2019.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait