Jokowi Absen karena Sakit Kulit, Muncul Spekulasi Terkait Sindrom Stevens Johnson

Diana Rafika Sari
Sindrom Stevens Johnson (SJS) mendadak menjadi perbincangan publik setelah mencuat dugaan bahwa Joko Widodo (Jokowi) mengidap penyakit autoimun langka ini. Foto/TikTok @negeriku_62

Selain itu, infeksi virus seperti herpes simplex, HIV, hepatitis, serta infeksi bakteri seperti pneumonia juga dapat menjadi penyebab munculnya sindrom ini.

 

Apakah SJS Terkait Penyakit Autoimun?

 

Secara klinis, SJS tidak dikategorikan sebagai penyakit autoimun. Namun, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau riwayat gangguan imun berisiko lebih tinggi mengalami reaksi berlebihan terhadap pemicu, termasuk obat dan infeksi.

 

Penanganan dan Perawatan Medis SJS

 

Penanganan SJS memerlukan perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Langkah awal adalah menghentikan konsumsi obat pemicu. Selanjutnya, pasien memerlukan terapi cairan, nutrisi intravena, obat antiradang, serta tindakan pencegahan infeksi lanjutan.

 

Dalam kasus berat, pasien dapat dirujuk ke unit luka bakar karena kerusakan kulit yang menyerupai luka bakar derajat tinggi.

 

Perlu Klarifikasi Medis Resmi

 

Munculnya spekulasi mengenai kondisi kesehatan Jokowi menyoroti pentingnya transparansi informasi dari pihak terkait. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi medis mengenai jenis penyakit yang dialami mantan kepala negara tersebut.

 

Pemerintah atau tim dokter diharapkan memberikan keterangan resmi untuk meredam spekulasi dan memberikan informasi yang benar kepada publik.

Editor : Mahesa Apriandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network