Kades Kanekes Imbau Warga Baduy Berjualan Madu Secara Berkelompok Usai Kasus Pembegalan di Jakarta

Erdi
Repan tengah dalam perawatan setelah dibegal di Jakarta saat menjual madu. Foto: Ist.

LEBAK, iNewsBanten - Pasca kasus pembegalan yang menimpa Repan, warga Baduy Dalam, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pemerintah Desa Kanekes mengeluarkan imbauan penting terkait keamanan warganya yang berdagang di luar daerah. Senin, (24/11/2025).

 

Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Oom, meminta agar warga Baduy berjualan madu dan hasil alam lainnya secara berkelompok untuk meminimalkan risiko kejahatan saat berada di luar wilayah.

 

Oom menilai peristiwa yang dialami Repan menjadi pelajaran berharga bagi warga Baduy, yang selama ini rutin berdagang madu hutan, kerajinan tangan, dan berbagai hasil alam lainnya ke sejumlah kota besar.

 

“Selain berjualan secara berkelompok, saya meminta agar warga Baduy berjualan madu pada siang hari, karena berjualan pada malam hari sangat berisiko. Ini demi memastikan keamanan warga yang berjualan,” ujarnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network