Keluhan serupa disampaikan Usep, tokoh pemuda setempat. Ia mengatakan, pencemaran sungai membuat warga terpaksa beralih menggunakan sumur bor milik Masjid Al Ijtima Babakan Jaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Aliran sungai yang biasa digunakan warga sudah tercemar dan sangat dikeluhkan. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan sumur bor milik masjid karena sungai tidak bisa dimanfaatkan lagi,” kata Usep.
Usep menambahkan, selama ini warga kerap merasakan dampak dari aktivitas perusahaan batu belah di wilayah tersebut, mulai dari dugaan pencemaran lingkungan hingga kebisingan yang terjadi pada malam hari.
“Selama ini kami selalu terkena dampak aktivitas perusahaan batu belah. Kami belum pernah menuntut apa pun. Bahkan pada malam hari, suara bising dari lokasi batu kadang mengganggu karena aktivitasnya berlangsung hingga tengah malam. Kalau tidak percaya, silakan datang langsung ke Kampung Babakan Jaha,” tegasnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
