“Saya sampaikan kepada kader PSI, jadikan pondok pesantren sebagai tempat belajar. Jadikan ulama dan kiai sebagai guru, terutama ketika lelah dalam kerja-kerja partai,” katanya.
Ali juga menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai rujukan dalam berbagai persoalan agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang berujung pada kegaduhan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar pesantren dan kiai tidak dijadikan alat kepentingan politik praktis.
“Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.
Kunjungan di Pandeglang ini, lanjut Ali, merupakan bagian dari rangkaian safari Ramadan PSI yang akan terus berlanjut ke sejumlah daerah lainnya sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan hubungan dengan tokoh agama serta masyarakat.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
