Ia menjelaskan, di Pelabuhan Ciwandan jumlah trip kapal mengalami penurunan dengan rata-rata tiga trip per hari, dengan kapasitas sekitar 1.640 unit sepeda motor dan 3.000 penumpang dalam satu kali muat.
Sementara di Pelabuhan Merak, jumlah trip kapal dalam kondisi normal mencapai delapan trip per hari. Namun saat momentum Lebaran, sejumlah kapal dialihkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Jumlah armada pun meningkat dari sekitar 52 kapal menjadi 57 kapal, yang berdampak pada kepadatan kapasitas dermaga.
“Biasanya satu dermaga diisi empat kapal, sekarang menjadi lima kapal,” ujarnya.
Menurut Capt Amir, kapal yang datang belakangan harus menunggu giliran sandar dengan waktu yang bervariasi, terutama saat puncak arus mudik dan balik. Hal tersebut sepenuhnya berada dalam pengaturan KSOP sebagai otoritas pelabuhan.
Ia menambahkan, strategi menahan kendaraan di dalam kapal juga dilakukan untuk mengurangi kemacetan di darat.
“Kendaraan sengaja ditahan di kapal agar tidak menumpuk di darat. Kalau macet di darat, dampaknya bisa lebih luas ke jalan umum,” katanya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
