Akibat kondisi tersebut, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok setelah nekat menerobos genangan banjir, diduga karena mesin kemasukan air.
Sejumlah pengendara terlihat terpaksa mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Selain merendam jalan, banjir juga dilaporkan masuk ke dalam rumah warga, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan potensi kerugian material.
Warga Perumahan Cikande Permai, Andi (35), mengatakan banjir kali ini cukup parah karena arus air deras dan cepat naik. “Kejadiannya cepat banget, belum ada satu jam hujan, air sudah setinggi lutut. Arusnya juga deras, jadi kendaraan susah lewat,” ujarnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
