KOTA TANGERANG, iNewsBanten – Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmennya dalam menata ruang publik yang lebih tertib dan nyaman dengan menutup seluruh area parkir liar di kawasan Taman Elektrik.
Kebijakan ini menjadi langkah tegas untuk mengakhiri praktik pungutan liar yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan kerap mencoreng kenyamanan pengunjung.
Seiring dengan penutupan tersebut, pengelolaan parkir kini resmi dialihkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Tangerang Nusantara Global (PT TNG). Melalui pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis teknologi, sistem perparkiran di kawasan pusat kota diharapkan menjadi lebih tertata, transparan, serta mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur PT TNG, Muhamad Rijal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema baru untuk menampung kendaraan para pengunjung. Area parkir akan dipusatkan di kawasan Masjid Raya Al A’zhom dan Stadion Benteng Reborn yang dinilai memiliki kapasitas memadai serta akses yang lebih teratur.
"Untuk area parkir di Masjid Al A’zhom, PT TNG berencana menerapkan sistem parkir digital boom gate dengan tarif resmi yang tetap terjangkau bagi masyarakat," ujar Rijal dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).
Penerapan sistem modern tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara PT TNG, Pemerintah Kota Tangerang, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al A’zhom. Kerja sama ini diperlukan mengingat lokasi parkir berada di atas lahan Barang Milik Daerah (BMD) yang selama ini dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Tak hanya itu, penataan parkir juga akan dilakukan di area luar Stadion Benteng Reborn. Pengunjung nantinya diarahkan menggunakan akses parkir resmi yang telah disiapkan sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan dan penumpukan kendaraan di sekitar Taman Elektrik.
Sementara itu, untuk area sekitar Taman Elektrik, PT TNG akan menerapkan sistem pembayaran digital melalui perangkat handheld yang digunakan oleh juru parkir resmi. Inovasi ini memungkinkan proses pencatatan dan pembayaran retribusi dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan.
Menariknya, PT TNG juga akan melibatkan juru parkir setempat dalam sistem baru tersebut. Langkah ini dilakukan agar proses transisi berjalan lancar sekaligus memberikan peluang bagi para jukir untuk menjadi bagian dari pengelolaan parkir resmi yang lebih modern dan profesional.
Dengan transformasi ini, Pemkot Tangerang berharap wajah kawasan Taman Elektrik semakin tertata, bebas dari praktik parkir liar, serta mampu menghadirkan pengalaman yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh masyarakat yang berkunjung.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
