Erupsi Gunung Berapi, Debu Vulkanik Sebabkan Penyakit Kanker

/ Tim iNews
Gunung berapi (foto ilustrasi)

Namun, kondisi tersebut tidak berarti seseorang yang menghirup abu vulkanik sekali atau dalam waktu singkat akan langsung terkena kanker.

Risiko dipengaruhi jenis abu, kandungan silika, ukuran partikel, konsentrasi, frekuensi, serta lama paparan.

Dalam jangka pendek, abu vulkanik lebih sering menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan serta dapat memperburuk asma atau penyakit paru yang sudah dimiliki.

Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan mengurangi paparan abu. Saat hujan abu pekat, sebaiknya berada di dalam ruangan dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai, seperti respirator N95, jika harus beraktivitas di luar.

Dengan demikian, abu vulkanik memang memiliki potensi risiko kesehatan, tetapi bukan berarti setiap orang yang menghirupnya akan terkena kanker. Risiko kanker lebih berkaitan dengan paparan silika kristalin yang tinggi dan berlangsung lama.

Editor : Mahesa Apriandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network