“Jangan sampai keberhasilan Koperasi Merah Putih hanya diukur dari berapa gedung yang sudah berdiri. Yang lebih penting adalah setelah gedung selesai, siapa yang mengelola, dari mana modal usahanya, bagaimana rantai pasoknya, apa komoditas yang dijual dan bagaimana koperasi itu menghasilkan manfaat bagi anggota serta masyarakat,” kata Suryana, Senin(21/09/2026).
Menurut dia, evaluasi terhadap KKMP setidaknya perlu mencakup beberapa aspek, yakni status badan hukum dan administrasi koperasi, jumlah serta partisipasi anggota, kesiapan pengurus dan pengelola profesional, sumber permodalan, jenis unit usaha, pemasok barang, pasar yang dituju, sarana penyimpanan dan distribusi, serta proyeksi pendapatan dan biaya operasional.
Suryana berpandangan aspek-aspek tersebut penting agar koperasi tidak berhenti sebagai proyek pembangunan infrastruktur, melainkan berkembang menjadi badan usaha yang mempunyai aktivitas ekonomi berkelanjutan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
