“Kalau membaca politik menuju 2029, jangan hanya melihat siapa ketua partainya. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa jauh struktur itu bekerja, siapa yang menguasai jaringan teritorial, siapa yang mampu menjaga kader, dan siapa yang mempunyai komunikasi dengan kelompok-kelompok masyarakat,” kata Dwi.
Menurutnya, konfigurasi politik Banten juga relatif kompetitif. Hasil Pemilu 2024 menunjukkan tidak ada satu partai yang menguasai DPRD Provinsi Banten sendirian. Gerindra, PDI Perjuangan, dan Golkar masing-masing memperoleh 14 kursi, disusul PKS 13 kursi, Demokrat 11 kursi, sementara PKB dan NasDem masing-masing 10 kursi.
Kondisi tersebut, menurut Dwi, membuat konsolidasi menuju 2029 tidak cukup dilakukan melalui pergantian nama dalam struktur. Partai perlu membaca kembali wilayah mana yang menjadi basis, wilayah yang mengalami pelemahan, karakter pemilih perkotaan dan perdesaan, kekuatan kandidat lokal, hingga kemampuan organisasi mempertahankan jaringan setelah momentum pemilu selesai.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
