Namun, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara.
Pada hari berikutnya, DF kembali mengalami demam tinggi. Tubuhnya juga disebut semakin lemas hingga membuat keluarga kembali mencari pertolongan medis.
"Saya menyuruh mantri datang ke rumah. Anak saya dirawat di rumah dan diinfus. Alhamdulillah panasnya saat itu turun, tetapi keesokan harinya anak saya malah panas dan lemas lagi," ujar EN.
Keluarga kemudian membawa DF ke sebuah klinik di Kecamatan Kalanganyar pada Senin (21/9/2026). Karena khawatir dengan kondisi anaknya, EN meminta dilakukan pemeriksaan darah.
Hasil pemeriksaan tersebut membuat keluarga terkejut. DF dinyatakan terjangkit demam berdarah dengue atau DBD.
"Saya minta dilakukan cek darah. Saya kaget ternyata anak saya terkena penyakit DBD," kata EN.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
