PANDEGLANG, iNewsBanten.id – Penantian panjang keluarga Surakman akhirnya menemui ujung. Setelah berhari-hari menunggu kabar sejak kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dinyatakan hilang kontak, keluarga kini harus menerima kenyataan bahwa Surakman, salah satu ABK kapal tersebut, telah meninggal dunia.
Tangis dan kesedihan masih menyelimuti rumah duka. Namun, di tengah suasana penuh duka, keluarga memilih menerima kepergian Surakman sebagai bagian dari takdir yang telah digariskan Tuhan.
“Saya sebagai anak sekaligus keluarga merasa sedih, tapi kita kan kembali lagi ke garis takdir. Mungkin itu rencana Allah yang terbaik buat almarhum dan buat kita keluarga,” kata anak korban, Yayat Suryadi, Kamis (24/9/2026).
Sejak Surakman dinyatakan hilang, keluarga terus menunggu kabar mengenai keberadaannya. Setiap informasi dari proses pencarian menjadi harapan agar segera ada titik terang.
Hingga akhirnya, penemuan jenazah Surakman memberikan kepastian bagi keluarga. Meski kabar tersebut datang dengan duka yang mendalam.
“Untuk penantian, sejak dinyatakan hilang sampai sekarang pihak keluarga terus menanti kedatangan, biar ada titik terang. Apa pun kondisinya, tapi kan ada titik terang. Jadi kita sudah ikhlas menerima,” ujarnya.
Bagi keluarga, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang yang selama ini mereka jalani. Keluarga kemudian mempersiapkan proses pemakaman Surakman di tempat peristirahatan terakhirnya.
Yayat mengatakan, keluarga tidak lagi mempertanyakan takdir yang telah ditetapkan untuk sang ayah. Kepergian Surakman diterima dengan ikhlas sebagai bagian dari ketentuan Tuhan.
“Mau bagaimana lagi, karena sudah suratan takdir,” tuturnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
