1. Lakukan kegiatan bersama: Coba bonding time dengan melakukan aktivitas bersama. Coba atur aktivitas yang dapat Anda lakukan berdua bersama dengan anak, di mana anak jadi bisa tahu ada cukup waktu untuk membuka diri, seperti berjalan-jalan, berkendara malam atau memasak makanan. Dokter Nihara merekomendasikan aktivitas seperti ini dijawalkan rutin. Cara ini, juga membantu anak bisa paham kalau Anda sebagai orang tua yang tertarik dan peduli pada anak.
2. Pasang telinga: Maksudnya di sini adalah siap mendengarkan anak, karena ketika anak menceritakan sesuatu pada orang tuanya, ini artinya kisah itu adalah hal penting. Jadi bagaimana sikap orang tua untuk mendengarkannya pun juga sangat penting. Bersikap lah yang hangat dan tetap netral. Satu lagi, kuncinya adalah mendengarkan yang utama dan jangan langsung memberikan opini Anda sebagai orang tua tanpa diminta. “Belajar mendengarkan adalah keterampilan dan langkah pertama. Mendengarkan dengan empati dan tidak mengganggu, menahan pendapat atau opini Anda sebagai orang tua dari awal,” ujar Dr. Nihara.
3. Urus diri sendiri: Mendapati kalau anak yang sudah beranjak remaja, merasa kurang bahagia dengan hidupnya juga menguras batin orang tua. Nihara mengatakan, maka dari itu penting untuk para orang tua agar jangan lupa mengurus diri mereka sendiri dengan baik terlebih dahulu. “Mengetahui anak atau remaja Anda sedang mengalami masa sulit, bisa berdampak emosional yang besar pada orang tua. Jadi cari dan mintalah dukungan untuk diri Anda sendiri juga,” saran Dr. Nihara.
Editor : Mahesa Apriandi