Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Tersangka Korupsi Fee Proyek Rp4,6 Miliar, Langsung Ditahan!
Advertisement . Scroll to see content

MAKI Desak Kejagung Cabut LO Kejati Sulteng Terkait IUP Tambang Nikel

Rabu, 14 Desember 2022 | 22:47 WIB
  • author Mahesa Apriandi
MAKI Desak  Kejagung Cabut LO Kejati Sulteng Terkait IUP Tambang Nikel
(kanan) Boyamin Saiman,koordinator MAKI

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki setidaknya 72 juta cadangan nikel (Ni), termasuk Limonit1, atau 52% dari total cadangan nikel dunia sebanyak 139.419.000 ton Ni (Booklet Peluang Investasi Nikel Indonesia, Kementerian ESDM, 2020). 

Karenanya, kegiatan pertambangan nikel sebagian besar hanya tersebar di 4 provinsi, di mana terkandung 90% dari seluruh cadangan sumber nikel yang ada di Indonesia. Tiga provinsi berada di Sulawesi, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, serta 1 provinsi di Maluku, yaitu Maluku Utara.

Presiden RI, Joko Widodo mengatakan akan menjadikan Indonesia sebagai produsen baterai nomor satu di dunia. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam pidato groundbreaking pabrik baterai Hyundai-LG di Karawang, Jawa Barat. 

Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus menggenjot pertumbuhan industri pertambangan nikel dimulai dari hulu hingga hilir. Pada akhir 2021 tercatat telah terbit 293 izin usaha pertambangan dengan komoditas nikel di seluruh Pulau Sulawesi (Geoportal Kementerian ESDM, 2021). 

Perusahaan pertambangan dengan komoditas nikel telah menguasai 639.403,26 hektare lahan konsesi untuk pertambangan yang tersebar di 3 provinsi di Pulau Sulawesi (Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara).

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut