Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk
Advertisement . Scroll to see content

Remaja 16 Tahun di Pandeglang Jadi Tulang Punggung Keluarga Tinggal di Gubuk Reyot Bersama 3 Adiknya

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:50 WIB
  • author Y. D. Taruna
Remaja 16 Tahun di Pandeglang Jadi Tulang Punggung Keluarga Tinggal di Gubuk Reyot Bersama 3 Adiknya
Adit dan Adik-adiknya saat berada di depan tempat tinggalnya yang beratap terpal.

PANDEGLANG, iNewsBanten - Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan mengejar cita-cita, Rasya Adit Saputra (16) justru harus memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga. Remaja asal Kabupaten Pandeglang, Banten, itu bertahan hidup bersama tiga adiknya di sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak huni. Kamis (08/01/2026).

 

Adit dan ketiga adiknya telah menempati gubuk berukuran sekitar 2×3 meter di Kampung Cibango Elor, Desa Pejamben, Kecamatan Carita, selama kurang lebih enam tahun terakhir. Bangunan sederhana itu terbuat dari bilik bambu dan lembaran GRC, dengan atap terpal usang yang rawan bocor dan roboh.

 

“Kami sering takut kalau hujan deras dan angin kencang. Atapnya suka bergerak, saya khawatir rumah ini roboh dan menimpa adik-adik,” ujar Adit dengan suara lirih.

 

Kondisi di dalam gubuk pun sangat memprihatinkan. Hampir tidak ada perabotan rumah tangga yang layak, hanya alas tidur seadanya untuk beristirahat. Setiap musim hujan, rasa cemas selalu menghantui Adit dan adik-adiknya.

 

Keterbatasan ekonomi membuat Adit terpaksa putus sekolah. Kedua orang tuanya telah berpisah sejak beberapa tahun lalu. Ayahnya bekerja di Merauke, Papua Selatan, sementara ibunya telah kembali berumah tangga dan tinggal bersama suaminya di Kecamatan Sobang.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut