Kirab Budaya dan Sawer Gunung Warnai Hari Ketujuh Seren Taun Kasepuhan Cisitu
"Setiap prosesi memiliki aturan adat yang tidak berubah. Yang berbeda hanya waktu pelaksanaannya mengikuti kalender setiap tahun. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang kami peroleh," ujar H. Yoyo Yohenda.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan Seren Taun sebagai identitas masyarakat adat agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Selain menjaga tradisi, masyarakat adat Kasepuhan Cisitu juga terus berupaya melestarikan lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. H. Yoyo berharap Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Pemerintah Pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju kawasan Kasepuhan Cisitu yang hingga kini masih membutuhkan perhatian.
Editor : Mahesa Apriandi