Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PJJ Imbas Abu Anak Krakatau, 316 SPPG di Tangerang Hentikan Distribusi MBG
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Tangerang Kaji Kelanjutan PJJ, Tunggu Kondisi Erupsi Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 | 19:34 WIB
  • author Sultan Tanjung
Pemkab Tangerang Kaji Kelanjutan PJJ, Tunggu Kondisi Erupsi Anak Krakatau
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. (Foto: Istimewa).

Tangerang, iNews Banten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih mengkaji kelanjutan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka akan mempertimbangkan kondisi erupsi dan situasi di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Jadi, kita lihat besok. Kalau besok misalkan aman, besok saya putuskan kembali untuk bisa mulai lagi proses belajar-mengajar secara fisik, datang lagi dan tidak libur lagi," ujar Maesyal saat Apel Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).

Menurut Maesyal, Pemkab Tangerang akan terus memantau kondisi di lapangan sebelum menentukan kebijakan pembelajaran bagi siswa.

Dalam apel tersebut, pasukan gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, dan relawan turut disiagakan.

Sejumlah kendaraan seperti mobil tangki, ambulans, serta water cannon juga dikerahkan untuk mendukung penanganan dampak abu vulkanik.

Selain memantau kondisi erupsi, Pemkab Tangerang menyiagakan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan RSUD, selama 24 jam untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

"Fasilitas kesehatan semua harus stay 24 jam, apabila diperlukan. Untuk bisa ditangani apabila nanti ada masyarakat kita yang terkena penyakit ISPA, gatal-gatal atau juga bahkan mata dan sebagainya, itu kita siap untuk merespons dari sisi medisnya," kata Maesyal.

Pemkab Tangerang juga mengerahkan mobil tangki untuk menyiram jalan yang terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan.

"Kita juga sudah melaksanakan penyiraman debu-debu yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Maesyal menegaskan, keputusan terkait kelanjutan PJJ akan ditentukan setelah pihaknya melihat perkembangan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menerapkan PJJ bagi siswa TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor 400.3.5/3759/IX/Disdik/2026 tentang Imbauan dalam Antisipasi Keselamatan Warga Sekolah di Wilayah Kabupaten Tangerang.

PJJ diberlakukan mulai Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut