Hari Kesembilan Cari 8 Korban Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal dan Drone Thermal
Selanjutnya, Sektor D seluas 319 mil laut persegi dipindai oleh KN SAR Antasena dan KRI Lepu, sedangkan Sektor E seluas 271 mil laut persegi disisir RIB 02 Lampung serta KAL Pahowang. Adapun Sektor F seluas 265 mil laut persegi dikawal armada KP Polairud, dan Sektor G seluas 282 mil laut persegi menjadi fokus penyisiran KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, serta RIB 02 Banten.
Wilayah penyisiran terluas berada di Sektor H dengan cakupan 667 mil laut persegi. Sektor ini diterjunkan armada berskala besar yang terdiri atas KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.
Selain pergerakan armada laut, pemantauan udara turut dimaksimalkan dengan menerbangkan dua unit drone thermal milik Basarnas. Teknologi sensor panas ini disiapkan untuk mendeteksi hawa keberadaan korban, puing speedboat, maupun barang-barang yang mengapung di permukaan air.
Basarnas juga resmi berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu untuk memapalkan pemantauan hingga ke kawasan pesisir Pulau Enggano dan perairan Bengkulu. Langkah antisipasi ini diambil mengingat adanya potensi korban atau serpihan kapal terbawa arus laut jauh ke luar area utama Selat Sunda.
Editor: Mahesa Apriandi