Kecewa Bedolan Pamarayan Batal, Ratusan Warga Kabupaten Serang Blokir Jembatan dan Bakar Ban
SERANG, iNewsBanten – Pembatalan tradisi Bedolan Pamarayan memicu aksi protes ratusan warga di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (10/10/2026). Massa memblokir akses Jembatan Pamarayan dengan membakar ban bekas dan membentangkan pagar bambu di jalan penghubung wilayah Pamarayan dengan Serang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga setelah tradisi Bedolan Pamarayan, yang semula direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang, dipastikan batal dilaksanakan.
Situasi di lokasi sempat memanas setelah terjadi kericuhan antara massa aksi dan warga yang melintas di sekitar jembatan.
Sebelum memblokir jembatan, warga mendatangi gedung kontrol Bendung Pamarayan di Desa Panyebrangan, Kecamatan Cikeusal, sejak pukul 07.00 WIB.
Mereka ingin bertemu dengan pengelola bendungan untuk mendesak agar tradisi tahunan tersebut tetap dilaksanakan. Sejumlah warga bahkan sudah membawa jaring dan peralatan menangkap ikan sejak pagi, dengan harapan Bedolan Pamarayan tetap digelar.
Kapolsek Cikeusal, Iptu Haerus, mengatakan, telah berupaya mengamankan lokasi sekaligus memfasilitasi komunikasi antara warga dan pihak terkait.
“Dari jam 7 pagi warga datang, tadi sudah dilakukan audiensi dengan perwakilan masyarakat, namun tetap ingin Bedolan tetap dilaksanakan,” ujar Iptu Haerus.
Editor: Mahesa Apriandi