“Harga ikan sekarang dua puluh ribu rupiah per kilo. Hasilnya cukup membantu kebutuhan sehari-hari, apalagi saat sawah tidak bisa ditanami karena ," tambahnya.
Selain kaum pria, aktivitas menjaring ikan juga dilakukan oleh para ibu-ibu. Mereka menggunakan jaring dengan anyaman lebih halus untuk menangkap ikan kecil seperti ikan wader.
“Kalau air naik, kami ikut menjaring ikan yang kecil-kecil seperti wader. Jaringnya lebih halus, lumayan buat lauk di rumah,” ujarnya.
Fenomena banjr yang membawa berkah ini menjadi potret kearifan lokal warga Desa Pringwulung dalam memanfaatkan kondisi alam, meski di sisi lain banjir tetap berdampak pada aktivitas pertanian warga.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
