“Banyak masyarakat yang mengadu ke desa karena keberatan dimintai uang saat mengurus perbaikan dokumen atau penurunan data desil. Korbannya juga sudah cukup banyak,” ujarnya.
Setelah kasus tersebut mencuat dan diproses oleh instansi terkait, Ubed mengaku mulai menerima berbagai tudingan yang menyerang dirinya. Salah satunya terkait isu bahwa dirinya menahan penyaluran bantuan beras selama tiga periode.
Ia membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh bantuan beras telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Isu penahanan beras itu tidak benar. Semua beras sudah dibagikan kepada KPM dan dokumentasi penyalurannya juga lengkap,” tegasnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
