"Jujur saya kaget. Sebagai pekerja biasa dengan penghasilan pas-pasan, dampaknya langsung terasa. Pengeluaran untuk bensin jadi lebih besar, sehingga mau tidak mau harus memotong biaya kebutuhan dapur," ujar Rosita.
Kondisi serupa dirasakan Tajudin (35), pengemudi ojek di Malingping. Meski lebih sering menggunakan Pertalite, dia sesekali mengisi Pertamax untuk menjaga performa mesin kendaraannya.
"Kenaikan harga ini jelas menjadi beban tambahan buat kami di lapangan. Pendapatan tidak menentu, sementara biaya operasional terus naik. Kalau sering pakai Pertamax, kami bisa tekor," katanya.
Editor : Mahesa Apriandi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
