Gubernur Banten Soroti Peran PPAT dalam Optimalisasi PAD dari BPHTB

Sultan Tanjung
Gubernur Banten, Andra Soni menyoroti peran pejabat pembuat akta tanah dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui penerimaan BPHTB. (FOTO: Sultan Tanjung).

Tangerang, iNews Banten - Gubernur Banten, Andra Soni menyoroti peran pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Hal tersebut disampaikan Andra saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) digelar di Hotel Harris, kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (24/8/2026).

Rakernas tersebut dihadiri Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) RI Edward Omar Sharif Hiariej, Ketua Umum Pengurus Pusat IPPAT Hapendi Harahap, Gubernur Banten Andra Soni, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, profesi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam bidang pertanahan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan PAD melalui penerimaan BPHTB.

"Pejabat Pembuat Akta Tanah merupakan mitra pemerintah daerah, khususnya kabupaten/kota, dalam rangka memaksimalkan potensi PAD dari BPHTB," kata Andra.

Andra mengatakan, kerja sama antara pemerintah daerah dengan PPAT selama ini telah berjalan dengan baik. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses administrasi pertanahan berjalan sesuai ketentuan sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan daerah.

Karena itu, dia berharap Rakernas dan kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar IPPAT dapat mendorong para PPAT meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, kerja samanya selama ini berjalan dengan baik. Maka kami mengucapkan selamat melaksanakan Rakernas dan upgrading, karena memang perlu upgrading. Narasumbernya juga dari kementerian dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Andra, peningkatan kapasitas PPAT diperlukan seiring dengan dinamika persoalan pertanahan. Oleh karena itu, dia berharap forum tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara PPAT dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sementara itu, Ketua Pengwil IPPAT Banten Ellies Daini mengatakan, pelaksanaan Rakernas II IPPAT di Banten menjadi kesempatan bagi para anggota dari berbagai wilayah untuk membahas agenda organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas profesi.

"Di rakernas ini kita membahas mengenai kebijakan-kebijakan dan peraturan yang ada di dalam organisasi," jelasnya.

Ellies menyebut, sebanyak 1.350 peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain Rakernas, kegiatan tersebut juga diisi dengan agenda upgrading yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian dan pihak terkait.

"Alhamdulillah, tahun ini Banten kebetulan menjadi tuan rumah Rakernas kedua. Pesertanya 1.350 sekian dari seluruh Indonesia," ujar Ellies.

Editor : Mahesa Apriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network