Tangerang, iNews Banten - Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih selama sekitar lima bulan akibat kemarau. Kondisi itu membuat warga terpaksa memanfaatkan air Sungai Cimanceuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan minum.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat mengambil air dari Sungai Cimanceuri menggunakan jeriken. Sebagian warga lainnya tampak memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk mandi, mencuci pakaian, hingga mencuci peralatan rumah tangga.
Kondisi Sungai Cimanceuri yang menjadi sumber air warga terlihat keruh dan berbau. Sampah juga tampak menggenang di sejumlah bagian aliran sungai.
Sementara itu, sumur milik warga di sekitar permukiman telah mengering akibat kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Salah seorang warga, Marhum mengatakan, kondisi kekeringan telah berlangsung sekitar lima bulan. Warga kemudian memanfaatkan air sungai karena tidak memiliki sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Udah kelamaan kemarau jadi masyarakat terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada," kata Marhum, Kamis (17/9/2026).
Menurut Marhum, air sungai tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Dalam kondisi tertentu, warga juga menggunakannya untuk memasak dan minum.
Marhum mengaku menyadari kondisi air sungai yang keruh dan berbau berisiko terhadap kesehatan. Namun, warga tetap menggunakannya karena tidak memiliki sumber air alternatif.
"Airnya kotor dan bau. Jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening. Setelah itu baru dimasak," ujarnya.
Warga lainnya, Yayah mengatakan, penggunaan air sungai untuk mandi juga menimbulkan keluhan pada kulit. Dia menyebut sejumlah warga mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.
"Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini, tapi mau gimana lagi," kata Yayah.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka. Bantuan tersebut dinilai diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kemarau masih berlangsung.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menyebut, pihaknya rutin menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
"Bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih," kata Taufik.
Taufik mengimbau agar seluruh perangkat desa hingga RT di wilayah terdampak kekeringan untuk segera melapor ke BPBD bila ada warganya yang membutuhkan bantuan air bersih.
"Para Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya melalui Ketua RT dan RW, dan masyarakat, apabila ada kejadian kebakaran dan kebutuhan air bersih kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan menghubungi Call Center 112," kata Taufik.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
