Hujan Deras Mulai Guyur Lebak, BPBD Ingatkan Warga Waspadai Banjir dan Longsor

Febri Febrianto
Ilustrasi, awan mendung di kabupaten Lebak. (Foto: Istimewa).

LEBAK, iNewsBanten.id – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai rutin mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, Banten, terutama pada sore hari. Meski demikian, kondisi tersebut belum menandakan seluruh wilayah Banten telah memasuki musim penghujan.

‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang selama masa peralihan musim.‎

‎Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan saat ini wilayah Lebak masih berada dalam fase peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

‎‎"Belum secara penuh. BMKG memprakirakan wilayah Banten dan sebagian besar Jawa secara bertahap baru akan memasuki awal musim hujan periode 2026/2027 pada pertengahan Oktober hingga November 2026," kata Febby kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).‎

‎Menurutnya, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

‎‎"Jadi kondisi tersebut membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah," ujarnya.

‎‎Febby menjelaskan, kondisi atmosfer dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial.

‎‎Pada 25-26 September 2026, aktivitas MJO diprakirakan melintasi sejumlah wilayah. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Jawa Tengah.

‎‎"Aktivitas kedua fenomena tersebut dapat menyebabkan pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya," jelas Febby.‎

‎Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD Lebak karena karakteristik wilayah Kabupaten Lebak membuat sejumlah kawasan memiliki risiko bencana hidrometeorologi saat hujan deras terjadi.

‎‎Dari 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, sebanyak 16 kecamatan masuk dalam wilayah rawan tanah longsor. Ancaman banjir dan angin kencang juga perlu diantisipasi, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam durasi cukup lama.

‎‎BPBD meminta masyarakat tidak menganggap hujan yang mulai rutin turun sebagai tanda bahwa seluruh wilayah Lebak telah memasuki musim penghujan. Masa peralihan justru perlu diwaspadai karena perubahan cuaca dapat berlangsung cepat.

‎‎"Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera mengantisipasi apabila hujan deras mulai turun," imbuhnya.

‎‎BPBD juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lereng, bantaran sungai, maupun kawasan yang memiliki riwayat banjir dan longsor agar lebih memperhatikan perubahan kondisi lingkungan saat hujan berlangsung.

 

Editor : Mahesa Apriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network