Situasi yang awalnya disebut berlangsung relatif kondusif kemudian memanas setelah massa membakar ban dan mencoret dinding Pendopo Kabupaten Serang.
Salah seorang peserta aksi, Mamat, mengatakan situasi mulai berubah ketika aparat memberikan instruksi kepada barisan pengamanan untuk bersiap. Ia juga menyebut lampu di sekitar lokasi kemudian dimatikan.
“Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, ‘Siap gerak, siap gerak’. Itu sudah sempat dengar,” kata Mamat.
Menurut dia, kericuhan kemudian pecah ketika kondisi di sekitar lokasi gelap.
“Benar tuh, siap gerak, siap gerak, langsung matiin lampu. Ya sudah chaos,” ujarnya.
Dalam situasi tersebut, sejumlah peserta aksi mengaku mengalami kekerasan. Mamat menyebut seorang mahasiswi bahkan menangis setelah diduga terkena pukulan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
