Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk
Advertisement . Scroll to see content

KH. Amal Faihan Sidak Pabrik Miras di Serang, Banten

Sabtu, 24 Agustus 2024 | 20:09 WIB
  • author Erdi
KH. Amal Faihan Sidak Pabrik Miras di Serang, Banten
Suasana Sidak ke Pabrik Miras di Serang, Banten.

SERANG, iNewsBanten - KH. Amal Faihan Maimun, Pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam dan Kabid Hukum dan Politik Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Serang, bersama beberapa santrinya, melakukan kunjungan langsung ke pabrik PT. Balaraja Barat Indah yang terletak di Kawasan Industri Modern, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Sabtu (24/08). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan apakah pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) merek Kawa-Kawa tersebut masih beroperasi.

 

Kedatangan KH. Amal dilatar belakangi oleh gelombang penolakan yang terus berkembang di masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa, santri, dan para ulama. Mereka menuntut penutupan pabrik miras yang berada di kota santri ini, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan terhadap moralitas masyarakat.

 

“Kami hadir di sini untuk melihat langsung, apakah pabrik ini masih beroperasi atau tidak,” ujar KH. Amal Faihan Maimun kepada wartawan.

Dari sisi lain KH. Amal sangat apresiasi kepada Polda Banten yang telah peduli dan melakukan tahap awal untuk penyegelan pabrik, dan para ulama Serang, Banten akan terus mengawal kondisi pencabutan izin hingga penutupan pabrik.

 

Aksi penolakan terhadap pabrik ini telah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir, dengan demonstrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Para ulama, termasuk KH. Amal Faihan Maimun, menganggap keberadaan pabrik miras di wilayah Serang, yang dikenal sebagai kota santri, sebagai sebuah ironi yang harus segera dihentikan.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai status operasional pabrik tersebut dan menjadi salah satu langkah dalam memperjuangkan penutupan pabrik yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang dianut oleh masyarakat Banten.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut