Lebak iNewsBanten. Id– Peringatan Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, agar tidak ada pihak yang mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program unggulan pusat. Namun, di tengah seruan tersebut, muncul pertanyaan krusial mengenai sejauh mana efektivitas pelaksanaan MBG dalam menjawab kebutuhan riil di daerah.
Program MBG sejak awal digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekaligus investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia. Kendati demikian, publik masih mencatat berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kesiapan infrastruktur dapur umum, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas makanan yang disajikan, hingga transparansi penggunaan anggaran yang bernilai fantastis.
Menyikapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lebak angkat bicara. Kepala Bidang Agitasi dan Kajian Strategis DPC GMNI Lebak, Rojai, menegaskan bahwa program yang menelan anggaran negara dalam jumlah besar tidak boleh diposisikan sebagai kebijakan yang kebal kritik. Sebaliknya, program ini harus membuka diri terhadap pengawasan publik.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
