Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya, sistem proteksi kebakaran, prosedur penanggulangan keadaan darurat, hingga langkah-langkah pengendalian dampak pencemaran lingkungan.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak membahas berbagai studi kasus yang mungkin terjadi di lapangan. Melalui simulasi dan diskusi interaktif tersebut, para pekerja dilatih untuk mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi kondisi darurat.
Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga menjadi bekal penting untuk melindungi rekan kerja, menjaga aset pembangkit, serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Upaya peningkatan kompetensi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang kuat. Dengan kesiapan personel yang semakin baik, diharapkan operasional pembangkitan dapat berjalan lebih aman, andal, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
