Ia menyebutkan, tingkat kelulusan kendaraan berbahan bakar bensin mencapai sekitar 95 persen. Sementara untuk kendaraan berbahan bakar solar, tingkat kelulusannya sekitar 33 persen.
Menurut Yudi, kendaraan yang tidak memenuhi ambang batas emisi umumnya disebabkan kurangnya perawatan secara rutin. Terhadap kendaraan yang tidak lolos, petugas memberikan teguran sekaligus imbauan kepada pemilik untuk segera melakukan perbaikan.
“Banyak kendaraan yang tidak lolos karena perawatannya kurang. Karena itu, kami terus mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan servis kendaraan,” katanya.
Yudi menegaskan, uji emisi bukan sekadar pemeriksaan kendaraan, tetapi juga upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Merawat kendaraan bukan hanya soal menjaga performanya, tetapi juga ikut menjaga udara yang kita hirup dan kesehatan lingkungan. Kalau kendaraannya sehat, udaranya juga lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
