Aktivis Brantas Soroti Penanganan Banjir di Cilegon, DPRD Akui Banyak Faktor dan Siap Evaluasi
Ia menambahkan, banjir telah menimbulkan kerugian nyata bagi warga, mulai dari kerusakan rumah dan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, meningkatnya risiko penyakit, hingga hilangnya rasa aman saat musim hujan.
“Jika seluruh instrumen negara tidak bekerja optimal, maka tekanan publik dan gugatan warga menjadi alat kontrol terakhir. Ini bukan penolakan terhadap pembangunan, melainkan tuntutan atas pembangunan yang bertanggung jawab dan berkeadilan,” pungkasnya.
DPD BRANTAS menegaskan akan terus mengawal persoalan banjir di Kota Cilegon dengan mendorong evaluasi total kebijakan tata ruang, audit lingkungan, penertiban aktivitas yang merusak lingkungan, serta pendampingan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang aman dan berkelanjutan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menyatakan DPRD telah mengingatkan pemerintah daerah agar penanganan banjir dilakukan secara serius, terstruktur, dan menyeluruh, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.
Editor : Mahesa Apriandi