Pakar Desak KPK Telusuri Aliran Dana dan Harta Pejabat dalam Kasus Upah Pungut Bogor
Penyidik juga menelusuri aliran uang yang diduga dipotong dari hak pegawai, termasuk pihak yang diduga memerintahkan pemotongan tersebut.
“Termasuk alur perintah, jadi selain mengikuti aliran uang kita juga melihat bagaimana alur perintahnya, ini hulunya siapa,” kata Budi.
KPK turut mendalami apakah dugaan pemotongan hanya terjadi di lingkungan Bappenda atau memiliki keterkaitan dengan pihak lain di lingkungan Pemkab Bogor.
Bupati Bogor Berpeluang Diperiksa
Dalam perkembangan penyidikan pada 3 September 2026, nama Bupati Bogor Rudy Susmanto turut menjadi perhatian terkait kemungkinan pemeriksaan sebagai saksi.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, penyidik masih berfokus memeriksa pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan perkara.
“Kalau saat ini tentu kan yang dipanggil beberapa pihak yang paling berkaitan langsung,” kata Setyo kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Dia menegaskan, keputusan mengenai perlu atau tidaknya pemeriksaan terhadap Bupati Bogor sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
“Itu menjadi tugas daripada penyidik untuk memastikan perlu dan tidaknya, kapan waktunya,” ujarnya.
Setyo menyatakan informasi mengenai pemeriksaan akan disampaikan apabila penyidik telah menjadwalkannya.
Hingga berita ini ditulis, KPK belum mengumumkan penetapan tersangka dalam perkara dugaan korupsi upah pungut tersebut. Penyidikan masih berfokus pada pengumpulan dan pengujian alat bukti untuk mengungkap mekanisme pemotongan, aliran uang, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Adapun kenaikan kekayaan yang tercantum dalam LHKPN bukan merupakan bukti tindak pidana. Dugaan keterkaitan dengan perkara upah pungut tetap memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku
Editor: Mahesa Apriandi