Menurut Suryana, evaluasi terbuka ini bukan dimaksudkan sebagai serangan personal, melainkan sebagai langkah korektif untuk memastikan fungsi kepemimpinan dan pengendalian agenda legislasi berjalan sebagaimana mestinya.
“Evaluasi ini penting bukan untuk menyerang individu, tetapi untuk memastikan apakah fungsi kepemimpinan, pengendalian agenda legislasi, dan pengawasan anggaran benar-benar dijalankan secara serius dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga mengingatkan, tanpa adanya evaluasi terbuka terhadap pimpinan DPRD, kegagalan kinerja berpotensi dinormalisasi dan melemahkan fungsi lembaga legislatif sebagai wakil rakyat.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
