“Sejumlah obat mengalami kenaikan harga antara 15 hingga 30 persen. Kenaikan ini terjadi bertahap dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.
Atih mengungkapkan, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga terhadap usaha apotek yang dikelolanya. Ia mengaku omzet penjualan mengalami penurunan karena daya beli masyarakat melemah. Selain itu, banyak pelanggan yang menyampaikan keluhan saat mengetahui harga obat yang mereka butuhkan mengalami kenaikan.
Meski demikian, sebagian besar pelanggan tetap membeli obat karena merupakan kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda.
Editor : Mahesa Apriandi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
News Update
