Kenaikan harga obat ini menambah beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Atih berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
“Harapannya harga obat bisa kembali normal agar masyarakat tidak semakin terbebani,” katanya.
Dengan masih tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor, fluktuasi nilai tukar rupiah diperkirakan akan terus menjadi faktor yang memengaruhi harga obat di dalam negeri. Kondisi ini pun menjadi perhatian masyarakat yang berharap akses terhadap layanan kesehatan tetap terjangkau di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
