Jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau kapal tersebut, operasi SAR dapat kembali dibuka.
“Apabila ke depan ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka, operasi SAR akan langsung kami buka kembali,” tegasnya.
Sebelumnya, Arupadhatu I dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga ABK. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif dengan mengerahkan sejumlah unsur dan armada selama sepuluh hari.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
