Selisih 3,50 poin tersebut menjadi persoalan penting untuk dievaluasi. Infrastruktur yang dinilai memiliki kualitas baik belum tentu memberikan tingkat pelayanan yang memuaskan apabila masih ditemukan persoalan akses, pemeliharaan, fungsi fasilitas, maupun pemerataan pembangunan.
Dalam perspektif kebijakan publik, keberhasilan pemerintah daerah semestinya tidak berhenti pada pemenuhan indikator administratif. Kondisi jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan umum, pengelolaan sampah, hingga pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Perbedaan nilai IKLI antarkecamatan juga perlu mendapat perhatian. Kecamatan Serang mencatat nilai tertinggi sebesar 73,58, sedangkan Kecamatan Curug memperoleh nilai terendah sebesar 72,21. Perbedaan tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan apakah terdapat persoalan pemerataan kualitas dan akses infrastruktur antarwilayah.
Editor : Mahesa Apriandi
