Petani Lebak Keluhkan Barcode BBM Alsintan, Akses Solar Subsidi Makin Sulit!

Febri Febrianto
Sejumlah petani di Kabupaten Lebak mengeluhkan mekanisme pembelian Bahan Bakar Minyak  atau BBM subsidi untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang mewajibkan penggunaan barcode atau QR Code. Foto: Ilustrasi

LEBAK, iNewsBanten.id – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak mengeluhkan mekanisme pembelian Bahan Bakar Minyak  atau BBM subsidi untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang mewajibkan penggunaan barcode atau QR Code. Kebijakan tersebut dinilai menyulitkan petani karena berpotensi menghambat operasional pertanian, terutama saat kebutuhan BBM bersifat mendesak pada musim tanam maupun panen.

Keluhan petani Lebak tersebut disampaikan petani dari Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang mengaku sering mengalami kendala saat membeli solar subsidi untuk mengoperasikan traktor, pompa air, hingga mesin panen. Selain keterbatasan kuota, petani juga mengaku menghadapi kendala teknis pada sistem barcode yang digunakan.

Perwakilan Kelompok Tani Kecamatan Wanasalam, Susianto, mengatakan kebutuhan BBM bagi sektor pertanian tidak dapat selalu diprediksi karena sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.



Editor : Mahesa Apriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network